U2FsdGVkX18f3gjIfO4DZB9nuw/FHmUvjynloBa9TEEoy8l45i3O9vuF5BqHHfCIvPDhpy0TeAZbNHVUP3vWAg==
PIDATO PRABOWO GAGAL TOTAL - Ya.. Dalam pidato kebangsaan yang disampaikan semalam, Prabowo gagal menunjukkan kepada publik dan rakyat Indonesia bahwa beliau adalah sosok yang menyeramkan, sosok menakutkan dan berbahaya bagi bangsa ini seperti keinginan musuh-musuh politiknya.
PIDATO PRABOWO GAGAL TOTAL

Prabowo tidak mampu membuktikan phobia dan trauma yang sudah kadung disebar oleh musuh bahwa beliau itu berbahaya dan mengancam. Bahwa beliau akan merusak demokrasi dan transisi reformasi yang sudah berjalan ini.

Prabowo juga gagal membuktikan bahwa beliau bersekongkol dengan kelompok radikal. Tuduhan kombinasi "nasionalis-radikal" seketika itu hancur lebur saat Prabowo menggandeng Sandiaga sebagai wakilnya. Jika kemarin seorang ulama dipaksakan, Prabowo akan bertubi-tubi dituduh bersekongkol dengan Islam untuk membentuk negara khilafah. Lalu rakyat akan ditakuti bahwa Prabowo ditunggangi teroris dan ekstrimis untuk membajak NKRI.

Mencari stigma teroris dan ekstrimis dari sosok Sandiaga yang modern sekaligis pelaku bisnis tentu sangat susah sekali. Kecewalah semua rekayasa dan matilah semua jurus.

Pidato Prabowo mungkin mengecewakan pendukung militannya yang menginginkan beliau menguliti satu per satu kebijakan pemerintahan sekarang. Tetapi pidato Prabowo bagus dan memberi signal bahwa dalam pemerintahannya bersama Sandiaga, semua pihak akan mendapatkan tempat. Bahkan kepada musuh-musuh politiknya. Begitulah sifat Prabowo; tidak memiliki kebiasaan balas dendam!

Sejak 2014 lalu, Prabowo dituduh psikopat dan gila oleh seorang Jenderal yang mempunyai banyak bisnis dan perusahaan dalam rezim sekarang ini. Prabowo tidak membalas. Semua dianggap sahabat di seberang jalan.

Dan akhirnya, semua tuduhan radikal hilang dalam pidato semalam. Sebuah titik awal baik dalam menjalani proses debat mendatang.

Kini, kita menunggu pidato kebangsaan Pak Joko Widodo yang kita harapkan juga brilian. Tanpa teks tentunya. Karena jika memaksakan dengan teks, pendengarpun dibikin mengantuk
Loading...