U2FsdGVkX18f3gjIfO4DZB9nuw/FHmUvjynloBa9TEEoy8l45i3O9vuF5BqHHfCIvPDhpy0TeAZbNHVUP3vWAg==

JAWABAN SURAT POLITIK SANTRI NDESO

By: Taryono Aji*

Tempo hari ada teman komentar di status saya dengan copas sebuah surat politik, konon penulisnya mengaku sebagai santri ndeso, yang mencurigai gerakan 2019GantiPresiden sebagai gerakan menggembosi Prabowo karena tidak jelas menyebutkan siapa calon presidennya, kecuali tegakkan syariat Islam, menjadikan emak-emak bamper, ingin ganti sistem, khilafah dll.

Saya jawab disini dengan sederhana.

#Pertama; Kalo mau jujur, gerakan 2019PrabowoPresiden atau 2019Jokowi2Periode, keduanya adalah gerakan kampanye. Karena menyebut nama Prabowo sebagai bacapres, dan satunya menyebut Jokowi selain bacawapres juga ingin maju untuk kali kedua lagi. Ini tentu tidak boleh karena belum masuk masa kampanye.

Kita taati undang-undang untuk tidak mencuri start kampanye. Untuk itu tidak ada teriakan nama Prabowo. Dan dipilihlah narasi #2019GantiPresiden, karena memang tahun 2019 sudah waktunya pilpres.

Bawaslu dan KPU sudah ketok Palu, 2019GantiPresiden bukan kategori kampanye, sah dan legal secara konstitusi. Tapi karena pendukung pemerintah tak menemukan narasi lain, maka Jokowi2Periode tetap dianggap bukan kampanye. Silahkan saja, kalian yang memegang kekuasaan, kita tidak masalah sama sekali.

#Kedua; Melihat masifnya gerakan 2019GantiPresiden baik di medsos atau di berbagai daerah serta antusiasme masyarakat, ada kekhawatiran lalu dibuatlah framing seolah gerakan itu ditunggangi upaya makar. Bahkan ada pentolan ormas keagamaan nasfu banget pingin gebukin Ahmad Dani kalo mau makar.

Jika kalian menafsiri 2019GantiPresiden dengan makna bahwa: tepat pukul 00:01 wib tanggal 1 Januari 2019 kita akan makar dan menggulingkan kekuasaan Pak Jokowi, berarti konslet otak kalian ini. Wooii, TNI/Polri lebih tahu kalo gerakan ini dianggap makar sudah dijeblosin semua ke penjara.

Tapi lihatlah.. disisi lain kalian diam seribu bahasa melihat OPM di Papua yang jelas-jelas deklarasi makar. Kalian juga bisu saat ospek mahasiswa enggan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lebih memilih lagu Papua Merdeka.

Tapi kan Papua jauh mas, lagian itu wewenangnya TNI/Polri bukan wewenang ormas. Nahh..itu bisa mikir bener. Kalaupun seandainya gerakan 2019GantiPresiden ini bikin onar, itu juga wewenang Polri, bukan ormas yang ujug-ujug main hakim sendiri, kecuali negara tak sanggup dan memanggil rakyatnya untuk bela negara.

#Ketiga; TAPI KAN gerakan Ganti Presiden memanfaatkan emak-emak sebagai bamper?
Bro, sejak dulu emak-emak kita termarjinalkan di dunia politik. Seolah emak-emak menjadi warganegara kelas dua ketika ikutan berpolitik. Kini ketika kebijakan pemerintah membuat ekonomi terpuruk, para suami berkurang penghasilannya karena lapangan pekerjaan banyak direbut pekerja asing dan berdampak pemotongan uang belanja. Emak-emak kemudian sadar dan mencoba peduli politik, ikut menyuarakan jeritan para suaminya. Tiba-tiba seenak jidatnya kalian menuduh emak-emak menjadi bamper berpanas-panas ria di jalan. Naif sekali tuduhan kalian ini.

#Keempat; TAPI KAN gara-gara Gerakan Ganti Presiden, membuat elektabilitas Prabowo malah turun berdasarkan survey?
Came on, bro.. Lupakah kalian dengan rekam jejak lembaga-lembaga survey itu, ketika di Pilkada DKI, Ahok-Djarot diunggulkan di atas 60%, namun hasil Pilkada justru sebaliknya. Begitu juga kasus survey di Jabar dan Jateng. Lihatlah, lembaga dimana jualan utama adalah akurasi data angka dengan minim margin error tapi bisa meleset jauh dari kenyataan. Masihkah kalian percaya dengan survey-survey itu?

#Kelima; TAPI KAN gerakan itu selalu ingin menegakkan syariat islam dan ganti sistem dimana bertentangan dengan Pancasila yang sudah final menjadi ideologi di Indonesia?
Tolong jawab, syariat Islam mana yang bertentangan dengan Pancasila? Tidak ada! Diakui atau tidak, justru Pancasila lahir dari nilai-nilai syariat agama (islam). Baca sejarah lagi deh. Saat perdebatan sengit tentang penetapan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang tak kunjung disepakati bersama karena ada yang minta tambahan frasa: berdasar ajaran agama dan keyakinan masing-masing, Bung Karno meyakinkan: "jika kalian ingin memperjuangkan aspirasi umat islam, silakan rakyat memilih pemimpin Islam untuk menduduki kursi-kursi di DPR atau pemerintahan. Kepada kepada warga Nasrani, Bung Karno mempersilakan mereka memilih pemimpin yang berag‎ama Kristen agar masing-masing aspirasi umat beragama bisa terakomodasi".

Dan seperti kita lihat sekarang, ada UU Perkawinan, UU Perbankan Syariah, Pengadilan Agama, MUI, ada lembaga zakat, lembaga haji dan masih banyak lagi. Di Aceh malah lebih banyak syariat Islam yang diakomodir. Bro, Itu semua perjuangan para pendahulu kita dalam rangka menegakkan syariat Islam secara konstitusi tanpa ingin mengganti Pancasila. Lalu tiba-tiba kalian alergi ketika ada yang ingin menegakkan syariat agama kalian sendiri secara legal?

Satu lagi tentang ganti sistem. Ganti sistem apa yang kalian tuduhkan pada gerakan 2019GantiPresiden? Sistem Khilafah atau sistem komunis?

Bro, beberapa pembicara yang mendukung gerakan ini memang sesekali teriak ganti sistem. Tapi tahukah sistem apa yang dimaksud? gerakan ini sudah muak dengan sistem birokrasi pemerintahan yang tak kunjung mampu menyelesaikan masalah ekonomi, stabilitas harga-harga, dan penegakan hukum yang nyaris lumpuh. Dan ketika gerakan ini ingin perubahan kepada sistem birokrasi pemerintahan yang lebih baik, kalian malah menuduhnya Makar. Atau jangan-jangan...?

Ganti sistem khilafah?

Dengan apa kelompok pendukung khilafah ini mau berjuang?
Dengan kudeta? Sudah ada TNI/Polri plus elemen rakyat yang siap bela negara termasuk saya. Bisa-bisa baru keluar rumah sudah gosong semua.
Mau lewat parlemen? Lha wong mereka ini gak punya perwakilan sebijipun di parlemen? Atau lewat pemikiran? Organisasinya saja sudah dibubarkan, diskusi-diskusi kecil selalu dipantau, bahkan pengajiannya selalu diawasi. Mau lewat jalur mana lagi?

Sebenarnya bro, tentang khilafah ini, sebagai seorang muslim kita percaya, kelak di akhir jaman, Imam Mahdi dan Nabi Isa akan turun mengibarkan panji-panji islam ke seluruh penjuru dunia dalam satu naungan. Tidak dengarkah kalian dengan kabar mutawatir ini? Sabar saja.

#Keenam; TAPI.. TAPI KAN... Kita tidak mau Indonesia di-Suriah-kan?
Topa tapi.. Topa tapi... Maksudnya, kalian yang ingin perang saudara seperti Suriah jika Pak Jokowi kalah di pilpres 2019? Kalian ini sebenarnya dibuat dari tanah macam apa sih? END.
-----------------------------

*Penulis adalah santri ndeso sobo kutho
Loading...