U2FsdGVkX18f3gjIfO4DZB9nuw/FHmUvjynloBa9TEEoy8l45i3O9vuF5BqHHfCIvPDhpy0TeAZbNHVUP3vWAg==
Beberapa hari belakangan ini kita selalu di suguhi sajian berita tentang memanasnya gesekan antara para pendukung, baik yang pro Jokowi - Ma'ruf Amin dan juga yang pro Prabowo - Sandiaga Uno. Bagi yang pro Jokowi - Ma'ruf Amin, mereka selalu mengumadangkan dan mendeklarasikan jokowi 2019 tetap jokowi dengan tagar #2019tetapjokowi dan #2019duaperiode.

Di satu sisi, para pendukung Prabowo - Sandiaga Uno, yaitu orang-orang yang tidak puas akan kinerja presiden jokowi selama ini karna banyak janji-janji kampanye 2014 tidak ditepati. Mereka menginginkan adanya pergantian presiden dengan harapan kedepannya adalah indonesia lebih baik.

Kedua kubu ini saling mendeklarasikan keinginannya masing-masing di bumi pertiwi ini yang sangat menghargai perbedaan pendapat dan demokrasi. Akan tetapi terjadi ketimpangan dan mencederai demokrasi itu sendiri Saat mereka yang pro jokowi mendeklarasikan minta dua periode atau 2019 tetap jokowi disambut baik dan didiamkan saja supaya acara pendeklarasian yang mereka inginkan berjalan dengan mulus dan tanpa satu kendala apapun. Para pro Prabowo - Sandiaga sangat mengapresiasi dan menghormati hak lawan politik dan mematuhi aturan dalam berpolitk
Akan Tetapi ketika mereka yang pro Prabowo - Sandiaga Uno ingin deklarasi #2019GantiPresiden, kenapa mereka yang dari kubu pro jokowi naik pitam, kalap dan mempersekusi secara brutal?

Seorang Pengamat perkembangan politik di negri ini dan juga sebagai calon DPR dari fraksi Gerinda Taryono aji memberikan sebuah tawaran yang bagus. dia berkata "bagaimana kalau main sportif saja. yaitu adakan deklarasi barengan pada hari yang sama dengan tempat berbeda. Lalu Kita ambil 3 kriteria utama untuk sebuah penilaian:

- Dari segi peserta "siapa pesertanya yang paling banyak";
- Dari segi Kebersihan "Lebih bersih mana lokasi setelah acara;
- Dari Segi Ekonomi "banyakan mana pedagang asong yang ikut".

Untuk yang nomor tiga ini, sodara Taryono Aji seakan membuat sebuah dagelan, tapi alasan Taryono Aji ini masuk akal.

Apa hubungannya pedagang asong ikutan kegiatan dukung-mendukung politik?

"Pedagang asong itu murni bisnis, mereka tau betul mana yang mau beli dan yang suka gak bayar.  Eaaaaa...." Ujar Taryono Aji
Demokrasi yang Diciderai Karna Sebuah Kepentingan

Loading...